Desa Rimba Jaya – Sekutu AS menolak pangkalan militer dan wilayah udara mereka untuk membantu Pentagon dalam rencana serangan ke Iran sepanjang 2026. Keputusan sejumlah negara Eropa ini membatasi opsi pergerakan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Sikap tegas beberapa sekutu tradisional Amerika Serikat secara jelas menghambat efektivitas logistik dan manuver pasukannya. Spanyol tampil sebagai negara pertama yang lantang melarang penggunaan pangkalan udara serta ruang udara mereka bagi kepentingan operasional militer terkait Iran.
Sikap Tegas Sekutu AS Membatasi Operasi Militer
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, memberi instruksi khusus kepada Menteri Pertahanan Margarita Robles. Sanchez memerintahkan penutupan wilayah udara Spanyol bagi pesawat militer Amerika Serikat maupun Israel yang mengarah ke wilayah Iran.
Pemerintah Spanyol sebelumnya melarang Pentagon memanfaatkan pangkalan militer Rota dan Moron. Margarita Robles menegaskan bahwa militer dan pasukan Amerika Serikat sudah mengetahui keputusan ini sejak awal. Spanyol benar-benar menutup akses bagi tindakan apa pun terkait perang melawan Iran.
Selain Spanyol, pemerintah Prancis di bawah kepemimpinan Presiden Emmanuel Macron mengambil langkah serupa pada Maret 2026. Macron menolak pemberian izin bagi pesawat yang mengangkut persediaan militer menuju Israel untuk melintasi wilayah udara Prancis.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bereaksi keras atas langkah Paris tersebut. Melalui platform media sosial pribadinya, Truth Social, Trump melabeli Prancis sebagai sekutu yang tidak memberikan bantuan sama sekali dalam situasi genting ini.
Penolakan di Italia dan Posisi Netral Swiss
Tidak hanya Prancis dan Spanyol, pemerintah Italia di bawah komando Perdana Menteri Giorgia Meloni juga memberlakukan pembatasan. Media Corriere della Sera dan ANSA melaporkan penolakan pesawat pengebom Amerika Serikat untuk mendarat di pangkalan udara Sigonella, Sisilia.
Menteri Pertahanan Guido Crosetto menolak rencana penerbangan yang masuk saat pesawat sudah dalam perjalanan. Meski begitu, larangan ini tidak mencakup seluruh wilayah udara Italia untuk semua jenis pesawat militer Amerika Serikat.
Di sisi lain, Swiss mengambil sikap berbeda dengan berpegang teguh pada hukum netralitas mereka. Berdasarkan laporan Keystone-SDA, Swiss menolak sebagian besar permohonan Amerika Serikat untuk memakai wilayah udara mereka selama konflik dengan Iran berlangsung.
| Negara | Kebijakan Terkait Akses Terbatas |
|---|---|
| Spanyol | Melarang pangkalan Rota/Moron dan tutup wilayah udara |
| Prancis | Menolak lintasan udara untuk suplai militer ke Israel |
| Italia | Membatasi pendaratan pesawat pengebom di Sigonella |
| Swiss | Menolak sebagian besar izin berdasar hukum netralitas |
Menariknya, data menunjukkan bahwa dari 11 permohonan izin Amerika Serikat antara 5 Maret hingga 23 Maret 2026, Kantor Penerbangan Sipil Federal Swiss hanya menyetujui empat permintaan. Satu permohonan bahkan penarikannya dilakukan secara mandiri oleh pihak terkait.
Tanggapan Pentagon Mengenai Akses Pangkalan
Menanggapi situasi ini, juru bicara Pentagon memberikan klarifikasi. Pihak Komando Eropa Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka secara rutin tetap menerima pesawat militer beserta personel yang singgah sesuai dengan perjanjian akses, pangkalan, dan penerbangan lintas wilayah dengan negara mitra.
Faktanya, sebagian sekutu tetap mempertahankan kerja sama rutin mereka. Namun, pengecualian berlaku khusus untuk operasi yang berkaitan langsung dengan agresi militer ke Iran. Hubungan ini menghadirkan tantangan logistik baru bagi Pentagon dalam merencanakan strategi mereka sepanjang 2026.
Singkatnya, dinamika geopolitik ini menggambarkan pergeseran prioritas keamanan di tingkat global. Negara-negara Eropa ini lebih memilih memprioritaskan kepentingan nasional dan menjaga stabilitas kawasan dibandingkan mengikuti agenda militer Amerika Serikat secara penuh.
Bagaimana Amerika Serikat nantinya menyesuaikan strategi mereka di tengah penolakan para sekutu ini? Respons Pentagon dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan arah keterlibatan militer mereka di Timur Tengah selama tahun 2026 ini berjalan.
