Beranda » Berita Terbaru » Polusi Udara Bandung, Jakarta, dan Tangsel Buruk per 2026

Polusi Udara Bandung, Jakarta, dan Tangsel Buruk per 2026

Desa Rimba JayaPolusi udara Bandung, Jakarta, dan Tangerang Selatan memuncaki daftar kualitas udara terburuk di Indonesia pada Rabu, 29 April 2026. Situs pemantau kualitas udara IQAir mencatat angka indeks AQI di ketiga kota tersebut melampaui level 150 tepat pukul 07.05 WIB.

Kondisi ini menempatkan kualitas udara kota-kota tersebut ke dalam kategori tidak sehat bagi seluruh lapisan masyarakat. Data menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi polutan berbahaya mengancam kesehatan penduduk di wilayah padat aktivitas ini.

IQAir memberikan peringatan keras bahwa kelompok sensitif mengalami risiko kesehatan paling tinggi saat kualitas udara menyentuh angka ini. Kelompok yang perlu waspada meliputi anak-anak, lansia, wanita hamil, hingga pengidap penyakit paru dan jantung kronis.

Risiko Kesehatan Akibat Polusi Udara Tinggi

Masyarakat umum mau tidak mau harus mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kondisi stamina tubuh. Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berulang kali menyarankan penggunaan masker bagi penduduk yang beraktivitas di titik-titik dengan tingkat polusi tinggi.

Faktanya, polusi udara yang buruk memicu berbagai gangguan pernapasan jangka pendek maupun panjang. Menariknya, sistem penilaian IQAir mengukur konsentrasi enam polutan utama seperti PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, hingga ozon permukaan tanah sebagai penentu skor AQI harian.

Berikut daftar lima kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia per Rabu, 29 April 2026:

KotaPoin AQIKategori
Bandung178Tidak Sehat
Tangerang Selatan176Tidak Sehat
Jakarta170Tidak Sehat
Bekasi134Tidak Sehat (Kelompok Sensitif)
Medan134Tidak Sehat (Kelompok Sensitif)

Jakarta dalam Sorotan Polusi Global

Tidak hanya memuncaki daftar nasional, Jakarta juga masuk dalam daftar kota besar dunia dengan tingkat polusi udara yang mengkhawatirkan. Kota besar lain yang turut menyumbang angka indeks tinggi meliputi Kuwait City di Kuwait hingga Baghdad di Iraq.

Daftar kota besar dunia dengan kualitas udara terburuk per 29 April 2026:

  • Kuwait City (Kuwait): 311 (Berbahaya)
  • Baghdad (Iraq): 170 (Tidak Sehat)
  • Jakarta (Indonesia): 170 (Tidak Sehat)
  • Dhaka (Bangladesh): 163 (Tidak Sehat)
  • Phnom Penh (Kamboja): 132 (Tidak Sehat bagi kelompok sensitif)

Lebih dari itu, Detroit di Amerika Serikat mencatat kualitas udara terbaik dengan skor AQI hanya 14. Auckland, Munich, Stockholm, dan Budapest juga mengikuti dengan angka 17, yang masuk dalam kategori kualitas udara baik.

Perbandingan Wilayah Indonesia Lainnya

Di wilayah domestik, Palangka Raya di Kalimantan Tengah mencatatkan angka 23, menjadikannya kota dengan kualitas udara paling sehat per pagi ini. Semarang dan Surabaya menyusul dengan angka masing-masing 56 dan 58, yang masuk dalam kategori sedang.

Intinya, angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu mencerminkan polutan paling berisiko di suatu area. Indeks ini menggunakan skala 0 hingga 500 sebagai dasar penentuan tingkat keparahan kualitas udara di suatu lokasi.

Panduan Kategori Kualitas Udara

Pemerintah dan lembaga kesehatan menggunakan standar klasifikasi tertentu untuk memudahkan masyarakat memahami tingkat risiko pernapasan. Berikut rincian skala indeks kualitas udara yang berlaku:

  • Baik: 0-50
  • Sedang: 51-100
  • Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif: 101-150
  • Tidak Sehat: 151-200
  • Sangat Tidak Sehat: 200-299
  • Berbahaya: 300-500

Kualitas udara kategori sangat tidak sehat membahayakan kesehatan populasi yang terpapar. Bahkan, kategori berbahaya mampu memicu risiko kesehatan yang jauh lebih serius pada manusia.

Dengan demikian, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran untuk memantau kualitas udara secara berkala. Pemakaian pelindung diri menjadi langkah preventif paling sederhana dalam meminimalisir efek buruk dari partikel kasar maupun halus yang bertebaran di atmosfer kota besar.