Desa Rimba Jaya – Desa Sumberejo di Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kini mengoptimalkan potensi lokal secara menyeluruh untuk membangun ekonomi masyarakat mandiri per tahun 2026. Pemerintah desa bersama warga setempat mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta pelaku UMKM melalui dukungan strategis dari pemberdayaan BRI.
Agung Trisno Kuncoro selaku Kepala Desa Sumberejo menyatakan bahwa langkah akselerasi ini bertujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayahnya. Upaya tersebut menempatkan kemandirian warga sebagai kunci utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal yang menghadapi tantangan zaman baru di 2026 ini.
Pemberdayaan BRI Menggerakkan Sektor Strategis Desa
Pemberdayaan BRI memainkan peran krusial dalam memperkuat kapasitas usaha masyarakat Desa Sumberejo. Program ini memberikan akses bagi warga untuk mengelola sektor unggulan desa melalui pendampingan intensif dan pemodalan yang berkelanjutan. Selain itu, masyarakat kini melihat peluang baru yang lebih menjanjikan setelah mendapatkan sentuhan pembinaan tepat sasaran.
Lebih dari itu, strategi desa berfokus pada lima lini utama. Pertama, sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung warga. Kedua, sektor perikanan yang memanfaatkan letak geografis wilayah pesisir Pacitan. Ketiga, sektor peternakan yang berkembang pesat. Keempat, UMKM berbasis pengolahan pangan. Terakhir, sektor pariwisata yang menawarkan keindahan Pantai Congot Daki sebagai magnet pengunjung.
Pengembangan Pariwisata Melalui Pantai Congot Daki
Pemerintah Desa Sumberejo menetapkan Pantai Congot Daki sebagai pilar utama pariwisata daerah. Destinasi ini mengandalkan keasrian alam guna menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Bahkan, pengelola desa merancang berbagai fasilitas pendukung untuk memaksimalkan kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2026.
Selanjutnya, pengembangan pariwisata ini membuka jalan bagi sektor pendukung lain. Warung makan, penyewaan wahana permainan air, serta jasa pemandu wisata mulai tumbuh subur di sekitar area pantai. Alhasil, warga setempat menikmati dampak ekonomi langsung dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tersebut.
Sektor Perikanan Sebagai Tulang Punggung Ekonomi
Masyarakat nelayan di Desa Sumberejo mengandalkan hasil laut sebagai mata pencaharian utama setiap hari. Musim tangkap tertentu kerap memberikan hasil melimpah yang kemudian mereka jual ke pasar lokal hingga luar daerah. Dengan demikian, sektor perikanan memberikan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan masyarakat secara umum.
Di sisi lain, warga juga menerapkan teknik penangkapan yang lebih ramah lingkungan sesuai arahan dari dinas terkait. Langkah ini menjaga ketersediaan sumber daya laut untuk masa depan yang lebih baik. Akhirnya, keberlanjutan hasil laut tetap terjaga meski permintaan pasar terus meningkat menjelang tutup tahun 2026.
Transformasi UMKM Menuju Pasar yang Lebih Luas
Geliat ekonomi Desa Sumberejo tampak nyata pada sektor UMKM tahun 2026. Para pengusaha lokal mengolah komoditas pertanian menjadi produk bernilai tambah yang menarik minat pembeli. Misalnya, keripik singkong dan keripik pisang kini memiliki kemasan modern dengan jangkauan pemasaran yang lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tidak hanya itu, pelaku UMKM juga memproduksi jamu tradisional dengan standar kesehatan yang ketat. Produk ini sukses menembus pasar luar kecamatan karena kualitas rasa dan bahan baku alami yang sangat terjaga. Berikut adalah daftar produk unggulan desa yang terus bertumbuh:
- Olahan keripik singkong aneka rasa
- Keripik pisang khas Sudimoro
- Produk jamu tradisional siap konsumsi
- Aneka kuliner berbasis hasil laut
| Sektor Ekonomi | Fokus Utama 2026 |
|---|---|
| Pariwisata | Pantai Congot Daki |
| UMKM | Produk olahan pangan |
| Perikanan | Optimalisasi hasil tangkap |
Sinergi antara potensi lokal dan dukungan pemberdayaan BRI membuktikan bahwa desa memiliki kapabilitas untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Jika setiap elemen masyarakat terus menjaga semangat gotong royong, target kesejahteraan warga di tahun 2026 pasti tercapai sepenuhnya. Pada akhirnya, kemajuan Desa Sumberejo menjadi teladan bagi wilayah lain di Kabupaten Pacitan.
