Beranda » Berita Terbaru » Kesenjangan Transportasi Publik Jaktim Jadi Sorotan Perindo

Kesenjangan Transportasi Publik Jaktim Jadi Sorotan Perindo

Desa Rimba JayaPartai Perindo menyoroti tajam masih adanya kesenjangan akses transportasi publik di wilayah Jakarta Timur dibandingkan daerah lain di DKI Jakarta. Sorotan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Perindo Jakarta Timur yang berlangsung di Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu, 26 April 2026.

Persoalan mobilitas warga ini membutuhkan atensi cepat dari pemerintah daerah. Plt Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta, Manik Marganamahendra, menegaskan bahwa akses layanan transportasi seperti KRL, Transjakarta, dan MikroTrans di Jakarta Timur belum mencapai taraf optimal jika pemerintah membandingkannya dengan wilayah lain di ibu kota.

Singkatnya, kondisi ini menunjukkan urgensi bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pemerataan pembangunan sarana pendukung masyarakat. Pihak Perindo menilai Jakarta Timur perlu mendapatkan prioritas khusus agar warga sekitar menikmati layanan publik yang setara dengan daerah lainnya.

Mengurai Kesenjangan Transportasi Publik di Jakarta Timur

Manik Marganamahendra memaparkan bahwa meskipun fasilitas seperti KRL, Transjakarta, serta MikroTrans secara fisik sudah tersedia, namun kenyataannya efektivitas aksesibilitas masih jauh dari harapan masyarakat lokal. Kesenjangan transportasi publik menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemprov DKI Jakarta per 2026.

Selanjutnya, Manik menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus merata di seluruh titik wilayah Jakarta agar dampaknya terasa maksimal oleh warga. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu mengambil langkah konkret dengan memprioritaskan Jakarta Timur dalam agenda pembangunan sarana transportasi terbaru 2026. Dengan memperbaiki akses, masyarakat akan lebih mudah beraktivitas dan meningkatkan produktivitas harian mereka.

Tantangan Ekonomi dan Pentingnya Bantalan Sosial

Selain infrastruktur, Manik menyoroti persoalan ekonomi yang kini membayangi warga Jakarta. Ia menilai masalah lapangan pekerjaan masih menjadi tantangan utama yang membutuhkan perhatian khusus dari pembuat kebijakan.

Ternyata, kondisi ekonomi tahun 2026 ini memicu kekhawatiran luas bagi banyak pihak, termasuk kalangan pekerja yang berisiko terkena pemutusan hubungan kerja. Oleh karena itu, Partai Perindo mendesak Pemprov DKI Jakarta segera menyiapkan langkah konkret berupa penyediaan bantalan sosial bagi masyarakat yang kehilangan penghasilan akibat PHK.

Sektor PrioritasTarget Aksi 2026
Transportasi PublikOptimasi Akses KRL, Transjakarta, dan MikroTrans
EkonomiBantalan Sosial PHK & Pelatihan UMKM

Penguatan UMKM dan Pelatihan Kerja

Menariknya, sebagai bentuk kemandirian ekonomi, Perindo mendorong adanya program pelatihan kerja secara berkelanjutan. Langkah ini bermanfaat bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Faktanya, penguatan sektor UMKM juga menjadi fokus utama dalam strategi ini. Perindo mengharapkan pemerintah memberikan pelatihan bisnis yang memadai agar pelaku UMKM dapat berdiri kokoh secara ekonomi di tengah tantangan zaman pada 2026.

Evaluasi Kinerja dan Konsolidasi Internal Perindo

Di sisi lain, Ketua DPD Partai Perindo Jakarta Timur, Fajar Agusta, mengungkapkan bahwa Rakorda ini melibatkan perwakilan dari 10 kecamatan. Forum tersebut berfungsi sebagai tempat evaluasi menyeluruh terhadap program kerja partai yang telah berjalan selama satu tahun terakhir, yakni periode April 2025 hingga April 2026.

Kemudian, pihak DPD berencana melanjutkan agenda melalui rapat koordinasi di tingkat kecamatan. Tujuan utamanya tentu memastikan struktur organisasi siap sepenuhnya sebelum proses verifikasi partai pada 2027 mendatang.

Terakhir, Fajar memastikan bahwa konsolidasi ini berjalan rapi sesuai aturan. Kesiapan struktur organisasi menjadi modal penting agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat menerima pendaftaran Partai Perindo pada 2027 dengan lancar dan tanpa hambatan teknis berarti.

Pada akhirnya, Partai Perindo berkomitmen untuk tetap mendampingi masyarakat melalui advokasi kebijakan yang konkret. Perjuangan demi akses transportasi yang merata dan stabilitas ekonomi akan terus mereka suarakan kepada pemerintah guna mewujudkan Jakarta yang lebih baik lagi bagi seluruh lapisan warga.