Beranda » Berita Terbaru » Kerja Sama Riset UTAR dan BRIN: Langkah Strategis Megawati

Kerja Sama Riset UTAR dan BRIN: Langkah Strategis Megawati

Desa Rimba Jaya – Rektor Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Malaysia Professor Dato’ Ewe Hong Tat menemui Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri di Jakarta pada Senin, 27 April 2026. Pertemuan tersebut secara khusus membahas rencana kolaborasi riset antara universitas tersebut dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Professor Dato’ Ewe Hong Tat memaparkan inisiatif kerja sama ini setelah melakukan diskusi bersama pihak BRIN sebelumnya. Megawati Soekarnoputri, dalam posisinya sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, menyambut baik tawaran tersebut. Ia memastikan lembaga tersebut akan menindaklanjuti rencana penelitian lintas negara ini dalam waktu dekat.

Pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut menciptakan momentum penting bagi hubungan akademik kedua negara. Megawati bahkan meminta jajaran terkait untuk menggelar pembicaraan lebih mendalam mengenai teknis pelaksanaan riset. Langkah ini memperkuat komitmen kedua institusi dalam memajukan ilmu pengetahuan berbasis kolaborasi internasional.

Potensi Kerja Sama Riset UTAR dan BRIN

Kolaborasi antara UTAR dan BRIN mencakup berbagai bidang krusial yang relevan untuk kebutuhan pembangunan berkelanjutan pada tahun 2026. Fokus utama riset meliputi pengembangan sektor pangan hingga mitigasi masalah lingkungan. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk mengeksplorasi potensi komoditas lokal sebagai aset bernilai tinggi.

Professor Dato’ Ewe Hong Tat secara khusus menyinggung riset mengenai tanaman pisang dalam diskusi tersebut. Megawati menanggapi dengan penjelasan mendetail tentang keragaman jenis pisang di Indonesia. Oleh karena itu, kedua pihak melihat potensi besar dalam melakukan ekstraksi bahan alami untuk industri pangan fungsional.

Berikut adalah rincian lima bidang penelitian utama yang akan mereka jalankan bersama:

Bidang Fokus
Biodiversitas, pemetaan genetik flora dan fauna, serta bioprospeksi produk alami
Pengembangan inovasi pangan lokal berkelanjutan
Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global
Manajemen dan pengolahan limbah cair (wastewater treatment)
Teknologi energi dan ketahanan pangan

Delegasi Pendukung dan Sinergi Akademik

Dalam kunjungan kehormatan ini, Rektor UTAR didampingi oleh dua tokoh penting dari universitas tersebut. Wakil Rektor Zuraidah Binti Abd Manaf dan Direktur Institut Studi Pascasarjana dan Penelitian Bernard Saw Lip Huat turut hadir memberikan dukungan penuh. Kehadiran mereka menandakan keseriusan pihak universitas dalam membangun kemitraan strategis dengan institusi riset Indonesia.

Faktanya, Indonesia pun menunjukkan dukungan yang sama melalui kehadiran pimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Megawati hadir bersama Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, serta Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri dan Eriko Sotarduga. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa UTAR merupakan institusi pendidikan swasta papan atas di Malaysia yang memiliki rekam jejak riset global sangat baik.

Selanjutnya, Megawati dan Rektor UTAR juga menyepakati perlunya pertukaran mahasiswa antara UTAR dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dengan demikian, kedua pihak berharap mampu menciptakan ekosistem akademik yang lebih dinamis. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam kancah riset internasional.

Peran Akademik dan Visi Jangka Panjang

Rokhmin Dahuri yang juga pernah menjabat sebagai menteri pada era pemerintahan Megawati, menyoroti sejarah hubungan erat antara sang tokoh dengan UTAR. Pada 2 Oktober 2023, universitas tersebut menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Megawati di Selangor, Malaysia. Pengakuan ini diberikan atas dedikasi dan kepemimpinan visioner Megawati dalam dinamika sosial-politik.

Dalam orasi ilmiah saat penganugerahan tersebut, Megawati mengangkat tema Transformasi Sosial Bangsa Indonesia Dalam Perspektif Ideologi Pancasila. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama riset 2026 bukan sekadar kolaborasi teknis, melainkan perwujudan visi ideologis yang lebih besar. Bahkan, mereka turut mengajak Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam ASEAN Academy of Engineering and Technology.

Singkatnya, pertemuan ini menjadi awal yang krusial bagi transformasi riset nasional berbasis kerja sama regional. Inisiasi tersebut mencerminkan keinginan kuat kedua belah pihak untuk menjawab tantangan zaman melalui pendekatan ilmiah yang terstruktur. Pada akhirnya, kemitraan strategis ini memberikan harapan besar bagi kemajuan teknologi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan ASEAN.