Desa Rimba Jaya – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo memulangkan 10 calon jemaah haji ke daerah asal mereka pada Ahad, 26 April 2026. Keputusan ini muncul setelah petugas kesehatan menyatakan para jemaah tersebut tidak istitha’ah dan tidak layak mengikuti penerbangan menuju Tanah Suci.
Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabila Azka Amaalia, mengonfirmasi kabar tersebut pada Ahad, 26 April 2026. Nabila menjelaskan bahwa kondisi kesehatan jemaah yang tidak memenuhi syarat medis memaksa pihak embarkasi mengambil langkah tersebut demi keselamatan jemaah itu sendiri.
Detail Calon Haji Solo yang Gagal Berangkat
Pihak embarkasi mulanya mencatat empat orang jemaah yang tidak layak terbang. Namun, per Ahad, 26 April 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 10 orang. Jemaah yang gagal berangkat ini berasal dari berbagai kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 3, 4, 8, 9, 11, 12, dan 13.
Selain sepuluh jemaah yang dipulangkan, PPIH Embarkasi Solo juga memantau kondisi kesehatan jemaah lain yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Hingga kemarin, sembilan orang jemaah masih berjuang melawan sakit dan memerlukan pengawasan medis secara intensif.
Berikut adalah rincian lokasi perawatan bagi jemaah tersebut:
| Lokasi Perawatan | Jumlah Jemaah |
|---|---|
| RSUD Dr. Moewardi | 5 orang |
| RSUP Surakarta | 1 orang |
| Klinik Embarkasi Solo | 3 orang |
Peluang Berangkat di Tahun Depan
Bagi jemaah yang harus kembali ke daerah asal, Nabila membuka peluang bagi mereka untuk tetap bisa melaksanakan ibadah haji di masa depan. Meskipun saat ini mereka gagal berangkat, peluang tersebut tetap terbuka lebar untuk tahun selanjutnya.
Akan tetapi, jemaah perlu melalui serangkaian proses pemeriksaan kesehatan kembali. Pihak otoritas akan menentukan status istitha’ah kesehatan jemaah sebelum memberikan izin keberangkatan pada tahun berikutnya.
Jadwal Kedatangan dan Keberangkatan Jemaah
Embarkasi Solo tetap beroperasi secara sibuk pada hari Ahad, 26 April 2026. Pihak panitia menerima kedatangan jemaah dari berbagai kabupaten yang terbagi ke dalam empat kloter berbeda. Ketepatan waktu menjadi fokus utama dalam proses mobilisasi jemaah tersebut.
Berikut adalah rincian jadwal kedatangan jemaah pada hari Ahad tersebut:
- Kloter 16 tiba pukul 06.00 WIB (Kabupaten Batang dan Kabupaten Grobogan).
- Kloter 17 tiba pukul 09.00 WIB (Kabupaten Batang).
- Kloter 18 tiba pukul 13.00 WIB (Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Pekalongan).
- Kloter 19 tiba pukul 19.00 WIB (Kabupaten Kendal).
Di sisi lain, pihak embarkasi juga memberangkatkan kloter jemaah menuju Tanah Suci pada waktu yang sama. Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis petugas dalam mengelola puluhan ribu calon haji yang berangkat melalui Embarkasi Solo sepanjang musim haji tahun 2026.
Pemerintah memberangkatkan dua kloter pada Ahad, 26 April 2026, sebagai berikut:
- Kloter 14 berangkat pukul 04.00 WIB (Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Purbalingga).
- Kloter 15 berangkat pukul 12.10 WIB (Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kota Tegal).
Pemantauan Kesehatan yang Ketat
Pemeriksaan kesehatan secara mendalam menunjukkan komitmen pihak PPIH dalam menjamin kelancaran ibadah jemaah. Menariknya, regulasi mengenai istitha’ah kesehatan menjadi penentu utama agar setiap jemaah mampu menunaikan rangkaian ibadah haji secara utuh tanpa hambatan fisik yang berarti saat di Tanah Suci.
Faktanya, banyak dari jemaah yang sudah lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit bawaan memerlukan pendampingan ekstra. Pengetatan aturan ini tentu mengundang berbagai reaksi, namun petugas menegaskan bahwa kebijakan ini demi kebaikan bersama agar tidak ada kendala medis di Arab Saudi.
Singkatnya, manajemen keberangkatan haji tahun 2026 mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan fisik sebagai prioritas. Jemaah yang belum berkesempatan berangkat tahun ini diharapkan bisa memulihkan kesehatan di daerah masing-masing agar tahun depan dapat menunaikan ibadah dengan kondisi prima.
