Desa Rimba Jaya – Kepolisian Republik Indonesia menangkap seorang anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) berinisial TJ alias K alias AW pada Ahad, 26 April 2026. Aparat meringkus pelaku di area Satuan Pemukiman 2 (SP 2), Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melalui sebuah operasi penegakan hukum yang terukur.
Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz 2026, Komisaris Besar Yusuf Sutejo, mengonfirmasi penangkapan tersebut dalam keterangan tertulis yang terbit pada hari yang sama. Pihak kepolisian sebelumnya telah memantau pergerakan pelaku secara intensif sebelum melakukan penyergapan di wilayah Mimika.
Kronologi Penanganan Anggota TPNPB-OPM di Mimika
Proses penangkapan tidak berjalan mulus karena pelaku sempat memberikan perlawanan fisik dan berusaha melarikan diri menuju kawasan hutan. Oleh karena itu, polisi mengambil tindakan tegas serta terukur untuk melumpuhkan pelaku agar tidak lepas dari kejaran petugas.
Akibat tindakan perlawanan tersebut, petugas melepaskan tembakan yang mengenai kaki sebelah kiri pelaku. Selanjutnya, tim membawa pelaku ke Rumah Sakit Bhayangkara Timika untuk menjalani perawatan medis secara intensif demi memastikan kondisi fisiknya stabil sebelum mengikuti tahapan pemeriksaan hukum lebih lanjut.
Faktanya, pihak kepolisian kini sedang mempersiapkan segala kebutuhan penyelidikan setelah tim medis menyatakan kondisi pelaku cukup sehat untuk menjalani proses hukum. Kepolisian berkomitmen untuk melakukan pendalaman mendalam terkait peran pelaku dalam jaringan tersebut pasca seluruh rangkaian pengobatan rampung.
Rekam Jejak Buron TPNPB-OPM dalam Kasus Kriminal
Pihak kepolisian menetapkan TJ alias K alias AW sebagai buron sejak lama karena keterlibatannya dalam aksi penembakan tragis terhadap warga sipil bernama Ahmad Gunawan. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada 12 Februari 2026 di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Tidak hanya terlibat dalam satu kasus, pelaku ternyata aktif bergerak di bawah komando kelompok Ternus Enumbi. Selama masa pelariannya, pelaku sering berpindah-pindah lokasi antara Kabupaten Puncak Jaya hingga Kabupaten Mimika. Strategi pergerakan ini pelaku lakukan untuk menghindari kejaran aparat keamanan sekaligus mencari tambahan persediaan senjata bagi kelompoknya.
Data Operasi Penangkapan Pelaku
| Detail Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Identitas Inisial | TJ alias K alias AW |
| Waktu Penangkapan | 26 April 2026 |
| Lokasi Penangkapan | SP 2, Mimika |
| Afiliasi | Kelompok Ternus Enumbi |
Komitmen Aparat dalam Operasi Damai Cartenz 2026
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Inspektur Jenderal Faizal Ramadhani, memberikan pernyataan tegas terkait keberhasilan operasi ini. Faizal menekankan bahwa penangkapan anggota TPNPB-OPM tersebut menjadi bukti nyata keseriusan polisi dalam menjaga keamanan masyarakat setempat.
Menariknya, pihak kepolisian tetap mengutamakan prinsip profesionalisme dalam menangani setiap gesekan di lapangan. Faizal menegaskan bahwa setiap individu yang melakukan tindak kekerasan bersenjata akan menghadapi proses hukum tanpa terkecuali. Dengan demikian, institusi kepolisian berharap langkah ini mampu menekan angka kekerasan di wilayah Papua Tengah sepanjang tahun 2026.
Kelanjutan Proses Hukum Pasca Penangkapan
Setelah tim medis menyelesaikan seluruh penanganan di Rumah Sakit Bhayangkara Timika, penyidik akan memulai rangkaian pemeriksaan intensif terhadap pelaku. Penyidik akan menggali informasi terkait jaringan kelompok Ternus Enumbi serta mendalami motif di balik berbagai serangan yang terjadi selama ini.
Pemeriksaan ini menjadi krusial bagi aparat untuk memetakan kekuatan serta pergerakan sisa kelompok kriminal bersenjata yang masih beroperasi di pedalaman. Langkah ini bukan sekadar penegakan hukum biasa, melainkan upaya sistematis untuk menciptakan stabilitas keamanan di Papua Tengah yang sering mengalami gangguan oleh pihak tertentu.
Polisi akan menyusun berkas perkara berdasarkan bukti-bukti yang mereka temukan di lapangan serta hasil interogasi pelaku selama masa penahanan. Masyarakat tentu berharap bahwa penangkapan ini membawa dampak positif terhadap situasi keamanan. Ke depan, aparat keamanan berjanji untuk terus meningkatkan kewaspadaan guna mencegah potensi aksi serupa di masa mendatang.
Keberhasilan penangkapan anggota TPNPB-OPM ini menunjukkan kedisiplinan aparat dalam menjaga keteraturan sosial. Upaya hukum akan terus berjalan demi memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban Ahmad Gunawan yang kehilangan nyawa dalam aksi penembakan keji beberapa bulan silam.
