Beranda » Berita Terbaru » Profil Cole Tomas Allen, Penembak di Acara Makan Malam Trump

Profil Cole Tomas Allen, Penembak di Acara Makan Malam Trump

Desa Rimba Jaya – Aparat penegak hukum menangkap Cole Tomas Allen setelah insiden penembakan dalam acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih pada hari Sabtu, 25 April 2026. Seorang pria asal Los Angeles yang bekerja sebagai pengembang game dan guru paruh waktu ini melepaskan tembakan di Hotel Washington Hilton sebagai lokasi berlangsungnya agenda tersebut.

Presiden Donald Trump mengonfirmasi tindakan FBI dan Dinas Rahasia yang saat ini melaksanakan prosedur penggeledahan di alamat kediaman pelaku di California. Pihak kepolisian menyatakan bahwa Cole Tomas Allen tercatat sebagai tamu hotel tersebut saat kejadian berlangsung. Jeffery Carroll selaku Kepala Polisi sementara Washington DC memastikan bahwa tidak ada pihak lain yang mengalami luka atau dalam posisi bahaya.

Meskipun pihak berwenang mengonfirmasi bahwa mereka melepaskan tembakan, detail mengenai berapa banyak petugas keamanan dan pria tersebut yang saling baku tembak tetap memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Jeffry Carroll menambahkan bahwa tersangka membawa perlengkapan berupa senapan, pistol, dan beberapa senjata tajam saat melancarkan aksinya.

Latar Belakang Profil Cole Tomas Allen

Berdasarkan data profil LinkedIn pribadi, Cole Tomas Allen mendeskripsikan dirinya sebagai seorang insinyur mekanik, ilmuwan komputer, pengembang game independen, dan guru. Kepiawaiannya dalam bidang teknologi tampak jelas melalui jejak riwayat pendidikannya yang mengesankan.

Pertama, ia berhasil meraih gelar sarjana teknik mesin dari California Institute of Technology pada tahun 2017. Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan master ilmu komputer di California State University, Dominguez Hills pada tahun 2026. Data resmi dari pihak Caltech bahkan memvalidasi bahwa seseorang dengan nama tersebut menyelesaikan masa studinya tepat pada tahun 2017.

Selain itu, pengalaman kerjanya mencakup berbagai keterlibatan teknis yang cukup krusial. Sebelum insiden terjadi, ia sempat bekerja sebagai insinyur mekanik untuk perusahaan IJK Controls di South Pasadena selama satu tahun. Bahkan, ia juga pernah memegang peran sebagai asisten pengajar di Caltech. Pihak keluarga atau kerabat belum memberikan keterangan resmi terkait alasan tindakan nekat tersebut, namun Presiden Trump menjanjikan informasi terbaru pada hari Minggu.

Detail Karier Sebagai Pengajar dan Pengembang Game

Menariknya, catatan karier pelaku menunjukkan sisi lain yang sangat berbeda dari tindakannya di Washington Hilton. Unggahan Facebook yang berkaitan dengan Cole Tomas Allen menampilkan bukti bahwa kantor C2 Education di Torrance menobatkannya sebagai Guru Bulan Ini pada Desember 2024.

C2 Education sendiri merupakan layanan persiapan ujian dan bimbingan belajar swasta nasional untuk siswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki jenjang perkuliahan. Selain kesibukannya di dunia pendidikan, ia menjalani profesi sebagai pengembang game wiraswasta secara mandiri.

Berikut adalah ringkasan rekam jejak profesional Cole Tomas Allen:

Posisi PekerjaanInstitusi/Peran
Guru Paruh WaktuC2 Education
Pengembang GameWiraswasta/Independen
Insinyur MekanikIJK Controls
Asisten PengajarCaltech

Faktanya, profil tersebut juga merujuk pada sebuah artikel surat kabar lokal yang membahas kompetisi robotika yang dimenangkan timnya pada tahun 2016 di Caltech. Di bagian penyebab kegiatan, ia menuliskan kalimat singkat bertuliskan Sains dan Teknologi sebagai fokus minat utamanya.

Status Hukum dan Dakwaan

Jeanine Pirro selaku jaksa AS untuk Washington mengungkapkan bahwa Cole Tomas Allen menghadapi dua dakwaan berat. Dakwaan tersebut meliputi penggunaan senjata api selama kejahatan kekerasan serta penyerangan terhadap petugas federal dengan menggunakan senjata berbahaya tersebut.

Oleh karena itu, pihak pengadilan menjadwalkan pemeriksaan dan pendakwaan resmi baginya pada hari Senin. Aparat keamanan sendiri telah menahan tersangka pasca insiden penembakan yang mengarah pada agen Dinas Rahasia di luar ruang pertemuan tempat Presiden Donald Trump, Melania Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan jajaran kabinet sedang melaksanakan makan malam.

Apakah motif sebenarnya di balik insiden ini merupakan bentuk ekspresi pribadi atau memiliki latar belakang lebih dalam? Pertanyaan ini akan mendapatkan jawaban segera setelah pihak pemerintah merilis hasil penyelidikan terbaru. Saat ini, otoritas hukum terus melakukan pengumpulan bukti dari lingkungan kediaman tersangka di California guna melengkapi berkas perkara.

Pada akhirnya, kejadian ini memberikan peringatan keras bagi sistem pengamanan acara tingkat tinggi yang melibatkan pejabat negara. Pihak berwenang akan memperketat protokol keamanan untuk menghindari insiden serupa di masa depan. Masyarakat dunia kini menunggu update informasi lebih lanjut terkait motif penembakan yang mengguncang suasana makan malam tersebut.