Beranda » Berita Terbaru » Startup Indonesia bersaing di kancah global melalui SusHi Tech Tokyo 2026

Startup Indonesia bersaing di kancah global melalui SusHi Tech Tokyo 2026

Desa Rimba Jaya – Kementerian Ekonomi Kreatif mengirim empat startup pilihan Indonesia untuk unjuk gigi dalam ajang teknologi global Sustainable High-City Technology (SusHi Tech) Tokyo 2026 pada 27 hingga 29 April 2026. Langkah ini memperkuat posisi talenta digital nasional dalam ekosistem inovasi internasional sekaligus membuka peluang investasi besar bagi pengembangan ekonomi masa depan.

Pemerintah menyeleksi keempat pelaku usaha tersebut melalui program BEKUP Global Scale-Up 2026 yang berlangsung sejak Februari. Program ini menyaring 125 pendaftar hingga menyisakan empat inovator terbaik yang memiliki keselarasan pasar global dan solusi teknologi mumpuni.

Potensi startup Indonesia dalam ajang SusHi Tech Tokyo

Indonesia membidik target ambisius selama gelaran di Jepang berlangsung. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan target pertemuan bisnis mencapai dua hingga tiga puluh dua sesi dengan potensi transaksi awal hingga lima juta dolar Amerika Serikat. Fokus utama delegasi mencakup eksplorasi kerja sama investasi, pembukaan akses pasar baru, serta pertukaran teknologi canggih.

Bahkan, partisipasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempromosikan kekayaan intelektual lokal ke pentas dunia. Sebelumnya, pemerintah telah memfasilitasi kreator gim dan animator untuk tampil di pameran serupa di Eropa dan Asia. Kini, giliran inovator teknologi yang unjuk kemampuan di hadapan para investor global.

Profil inovasi startup delegasi nasional

Keempat wakil bangsa yang berangkat ke Jepang menghadirkan beragam solusi canggih untuk menjawab tantangan zaman modern. Berikut daftar startup tersebut:

  • Bell Living Lab: Mengubah limbah pertanian, terutama ampas kopi, menjadi material berkinerja tinggi guna kebutuhan fashion dan furnitur.
  • Gapai: Platform HR Tech yang menghubungkan tenaga kerja terampil Indonesia dengan perusahaan global secara legal dan terstruktur.
  • Ijo: Startup biofertility yang mengelola rumput laut Indonesia menjadi pupuk organik berkelanjutan serta adaptif terhadap perubahan iklim.
  • Spun: Platform infrastruktur visa berbasis kecerdasan buatan untuk menyederhanakan proses birokrasi lintas negara se-Asia Tenggara.

Dinamika adopsi teknologi AI global bagi industri dalam negeri

Di saat startup nasional mencoba menembus pasar internasional, perusahaan di dalam negeri juga sedang menghadapi gelombang adopsi kecerdasan buatan global. Perusahaan global seperti OpenAI, Anthropic, hingga Hugging Face membawa perubahan besar dalam efisiensi kerja. Banyak bisnis sekarang beralih ke sistem berbasis data untuk pengambilan keputusan yang lebih tajam.

Namun, ketergantungan pada model AI luar negeri memicu perdebatan mengenai kedaulatan digital. Ketika infrastruktur inti berada di luar kendali domestik, arah perkembangan teknologi pun sering kali mengikuti otoritas pengembang global. Hal ini memaksa pemain lokal untuk menemukan keunggulan unik, seperti pemahaman mendalam tentang konteks budaya dan kebutuhan pasar spesifik di Indonesia.

Strategi menghadapi tantangan ekonomi digital 2026

Founder KUMPUL.id, Faye Wongso, menjelaskan bahwa program BEKUP Global Scale-Up 2026 memberikan pendampingan intensif bagi para pelaku usaha. Mereka tidak hanya belajar tentang cara presentasi produk, tetapi juga mengasah kemampuan storytelling agar menarik minat investor di pasar yang kompetitif. Terlebih lagi, skema investasi berbasis ekuitas saat ini menuntut kesiapan legal dan operasional yang lebih matang.

Aspek PengembanganPendekatan Pemerintah
Akses PasarBusiness Matching Global
Inovasi TeknologiKolaborasi Lintas Negara
InvestasiPenjajakan Deal Pipeline

Singkatnya, keberhasilan startup Indonesia di kancah global tidak hanya bergantung pada seberapa cepat mereka mengadopsi AI atau teknologi lainnya. Hal ini lebih kepada kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi untuk memberi nilai tambah yang relevan. Dengan dukungan berkelanjutan, Indonesia optimistis mampu menempatkan diri sebagai pemain utama dalam ekonomi kreatif digital dunia pada 2026.

Pemerintah berharap langkah ini terus membuka pintu kolaborasi bagi lebih banyak pelaku usaha kecil dan menengah ke depannya. Bagi para pelaku bisnis, fokus pada inovasi berkelanjutan menjadi kunci utama dalam meraih kepercayaan investor internasional di tengah dinamika pasar yang terus berubah.