Desa Rimba Jaya – Kementerian Sosial menjaring anak jalanan di Jakarta untuk mereka rekrut menjadi siswa Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2026/2027. Menteri Sosial Saifullah Yusuf memimpin langsung upaya penyisiran di berbagai titik perempatan jalan dan pasar guna menemukan anak terlantar atau yang putus sekolah.
Pemerintah menjalankan langkah strategis ini demi memastikan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Petugas gabungan dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial Jakarta, hingga Badan Pusat Statistik bekerja sama menyisir area publik untuk mengajak anak-anak tersebut bergabung dalam program pendidikan ini.
Program Sekolah Rakyat Fokus Jangkau Anak Jalanan
Pemerintah menargetkan anak-anak usia sekolah yang selama ini mengamen atau bekerja membantu orang tua untuk segera bersekolah. Gus Ipul, sapaan akrab Menteri Sosial, mengunjungi Sekolah Rakyat di Kompleks Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 April 2026. Ia menegaskan tekad pemerintah untuk menarik anak-anak kembali ke bangku pendidikan.
Selain menyisir area umum, pihak kementerian menjalankan proses verifikasi data secara ketat. Mereka mencocokkan identitas anak-anak dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini memastikan bantuan tepat sasaran bagi keluarga yang berada dalam desil 1 dan 2 DTSEN.
Tidak hanya itu, pemerintah melakukan penelusuran langsung hingga ke rumah masing-masing penerima manfaat. Petugas memastikan status sosial ekonomi mereka sesuai dengan kriteria yang berlaku. Menariknya, pendekatan jemput bola ini menjadi fokus utama pemerintah untuk menekan angka anak putus sekolah di ibu kota.
Target dan Kapasitas Sekolah Rakyat Tahun 2026
Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan 10 titik sekolah rakyat rintisan di Jakarta. Lokasi-lokasi ini menempati gedung milik instansi pemerintah yang telah Kementerian Pekerjaan Umum nyatakan layak pakai. Hal ini menunjukkan kolaborasi lintas sektoral demi masa depan anak-anak bangsa.
Singkatnya, 10 titik sekolah ini sanggup menampung tidak kurang dari 1.000 siswa baru. Berbagai instansi turut mendukung kesiapan fasilitas tersebut, mulai dari LAN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, BNN, hingga Tagana Center di Hambalang. Berikut data profil penemuan anak jalanan pada kegiatan penyisiran perdana di kawasan Pejompongan:
| Kategori Penemuan | Jumlah Anak |
|---|---|
| Total anak keluarga tidak mampu | 77 orang |
| Anak yang beraktivitas di jalanan | 29 orang |
Selanjutnya, petugas akan terus melakukan penyisiran intensif selama beberapa waktu ke depan. Pemerintah menargetkan proses pendataan ini rampung segera agar anak-anak bisa mengikuti lini masa tahun ajaran baru 2026/2027 tanpa hambatan.
Komitmen Pemerintah terhadap Pendidikan Anak
Inisiatif ini merupakan atensi khusus dari Presiden Prabowo. Pemerintah ingin memastikan anak-anak yang belum sekolah, tidak sekolah, atau berpotensi putus sekolah mendapatkan hak pendidikan yang layak. Melalui Sekolah Rakyat, negara hadir memberikan harapan baru bagi generasi masa depan.
Faktanya, kebijakan ini memutus rantai kemiskinan dengan cara memberikan pendidikan berkualitas. Dengan demikian, anak-anak tidak perlu lagi menghabiskan waktu di jalanan demi membantu ekonomi keluarga. Mereka berhak mendapatkan pengajaran yang menunjang tumbuh kembang kemampuan akademik dan sosial secara optimal.
Proses Verifikasi Siswa Sekolah Rakyat
Kementerian Sosial memperketat validasi data agar program ini mencapai efektivitas maksimal. Petugas memverifikasi kelengkapan administrasi setiap calon siswa dengan merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Dengan begitu, hanya anak-anak yang benar-benar membutuhkan bantuan yang pemerintah prioritaskan.
Oleh karena itu, peran aktif berbagai dinas dan lembaga sangat krusial dalam menyukseskan program ini. Koordinasi yang solid antar instansi menjamin keberhasilan penjangkauan anak-anak di lapangan. Pada akhirnya, program Sekolah Rakyat 2026 mencerminkan kepedulian nyata negara dalam mewujudkan keadilan sosial dan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di kawasan urban Jakarta.
Semangat untuk membawa anak-anak jalanan kembali ke lingkungan belajar menjadi bukti nyata pemerintah dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan dukungan berkelanjutan dari semua pihak, program ini diharapkan bisa menciptakan generasi yang lebih cemerlang di tahun-tahun mendatang.
