Beranda » Berita Terbaru » Susi Pudjiastuti Menjadi Komisaris Utama BJB Terbaru 2026

Susi Pudjiastuti Menjadi Komisaris Utama BJB Terbaru 2026

Desa Rimba JayaSusi Pudjiastuti resmi menjabat sebagai Komisaris Utama Bank BJB berdasarkan hasil keputusan dalam rapat di Gedung Pakuan, Bandung, pada Selasa (28/4/2026). Langkah strategis ini memperkuat jajaran pimpinan bank berkode emiten BJBR dengan harapan membawa perubahan signifikan bagi integritas pengelolaan keuangan daerah tersebut.

Selain penunjukan Susi, pemegang saham juga mengangkat Kepala BPK Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, sebagai Komisaris Independen BJB. Sementara itu, kursi Direktur Utama Bank BJB secara resmi kini diduduki oleh Ayi Subarna, mantan Direktur Operasional dan Teknologi Informasi yang mengisi posisi mendiang Yusuf Saadudin.

Transformasi Susi Pudjiastuti Sebagai Komisaris Utama BJB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil keputusan besar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) terkait struktur pimpinan baru BJB 2026. Dedi secara pribadi memilih figur-figur dengan rekam jejak integritas tinggi untuk mengelola keuangan bank daerah agar mampu bersaing lebih luas di pasar nasional.

Faktanya, Dedi Mulyadi menaruh kepercayaan besar kepada Susi Pudjiastuti. Meskipun pengusaha tersebut awalnya menolak ajakan bergabung, sang Gubernur berhasil meyakinkan sosok yang kerap dijuluki sebagai Ratu Laut Kidul ini untuk berkontribusi bagi kemajuan institusi perbankan Jawa Barat tersebut.

Menariknya, Dedi sempat melontarkan candaan mengenai karakter Susi. Ia menyatakan bahwa meski sosok tersebut ganas di lautan, Susi tetap memiliki keinginan untuk memajukan bank daerah ke tingkat yang lebih kredibel dan diminati oleh berbagai pihak di luar kepentingan pemerintah daerah.

Langkah Strategis Perombakan Direksi dan Komisaris

Perubahan struktur pimpinan ini mencakup posisi krusial yang sempat kosong akibat wafatnya Yusuf Saadudin pada November 2025 lalu. Ayi Subarna kini memikul tanggung jawab besar sebagai Direktur Utama untuk memimpin operasional Bank BJB selama periode 2026 ke depan.

Tidak hanya itu, pemilihan Eydu Oktain Panjaitan sebagai Komisaris Independen menunjukkan komitmen BJB dalam menjaga tata kelola perusahaan yang transparan. Eydu nantinya akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BPK Jabar sesuai prosedur operasional standar dan peraturan yang berlaku.

Berikut adalah rincian perubahan pimpinan Bank BJB per April 2026:

JabatanNama Pejabat Baru
Komisaris UtamaSusi Pudjiastuti
Direktur UtamaAyi Subarna
Komisaris IndependenEydu Oktain Panjaitan

Visi Gubernur Jawa Barat untuk Masa Depan BJB

Dedi Mulyadi selaku pemegang mandat saham terbesar mengungkapkan ambisinya menjadikan BJB sebagai entitas keuangan yang disegani. Ia menaruh harapan bahwa susunan pimpinan yang baru dapat menciptakan postur bank yang lebih kuat, kredibel, dan mampu menembus pasar di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan dukungan figur dengan kredibilitas tinggi, BJB memiliki peluang besar untuk meningkatkan standar operasionalnya. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah daerah serius dalam membenahi sektor finansial guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat pada tahun 2026.

Tantangan dan Harapan Bagi Pimpinan Baru

Pengangkatan Susi Pudjiastuti tentu mengundang perhatian publik yang cukup besar. Apakah kehadiran tokoh publik dengan latar belakang pengusaha dan mantan menteri ini mampu memberikan warna baru bagi operasional BJB? Jawabannya tentu akan teruji melalui kinerja nyata jajaran direksi dan komisaris dalam beberapa bulan mendatang.

Selanjutnya, manajemen baru perlu segera melakukan konsolidasi internal untuk menyelaraskan visi dan misi. Langkah ini penting agar target yang telah pemerintah tetapkan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti di lapangan. Pada akhirnya, integritas tetap menjadi kunci utama dalam memenangkan kepercayaan nasabah dan mitra bisnis di tengah ketatnya persaingan perbankan nasional.

Semangat baru yang dibawa oleh Susi Pudjiastuti dan jajaran pimpinan lainnya menjadi modal penting bagi Bank BJB untuk melangkah lebih jauh. Sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan profesionalisme praktisi di sektor keuangan diharapkan mampu membawa BJB menuju kejayaan yang lebih berarti bagi ekonomi bangsa.