Desa Rimba Jaya – Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Pegunungan mendorong keberpihakan ekonomi perempuan Lapago pada tahun 2026. Upaya strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup serta memberikan akses lebih luas bagi kaum perempuan di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun ekonomi kreatif secara merata.
Direktur Kelompok Kerja Papua Produktif Ekonomi dan Prestasi BP3OKP Pegunungan, Yoyo I Sriyoto, menyampaikan langkah konkret tersebut dalam keterangan tertulisnya. Pihak BP3OKP menjadikan pembangunan afirmasi bagi Orang Asli Papua (OAP) sebagai prioritas utama dalam menjalankan misi percepatan ekonomi di wilayah Papua Pegunungan selama tahun 2026.
Pentingnya Keberpihakan Ekonomi Perempuan Lapago
Pemerintah menyoroti disparitas akses ekonomi yang selama ini masih didominasi oleh kaum pria. Oleh karena itu, Yoyo menekankan perlunya ruang dan kesempatan lebih besar bagi perempuan Lapago untuk beralih ke sektor UMKM dan ekonomi kreatif. Dengan memberikan dukungan ini, BP3OKP meyakini kesetaraan gender akan lebih mudah terwujud di seluruh wilayah Papua Pegunungan.
Selain itu, pihak BP3OKP telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. Koordinasi ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) guna membahas peran aktif perempuan sebagai pelaku usaha. Mereka tidak hanya membahas aspek ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan program penanganan anak tanpa kekerasan melalui pendidikan karakter yang bersifat produktif dan humanis.
Sinergi OPD dalam Mendukung UMKM Lokal
BP3OKP mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk menyusun program kerja yang lebih inklusif. Faktanya, pelaku ekonomi di lapangan seringkali minim dukungan teknis, sehingga peran OPD dalam memberikan pelatihan dan pendampingan sangat krusial bagi keberlangsungan usaha perempuan di daerah tersebut.
Menariknya, penggunaan anggaran Otonomi Khusus (Otsus) menjadi instrumen utama dalam merealisasikan program-program ini. Melalui pertemuan strategis, BP3OKP berharap para kepala OPD teknis mampu merancang sosialisasi serta pelatihan praktis yang tepat sasaran bagi kaum perempuan. Hal ini bertujuan agar pelaku usaha perempuan dapat memahami langkah nyata dalam meningkatkan skala bisnis mereka di tahun 2026.
Program Pendampingan Berkelanjutan 2026
| Fokus Program | Target Utama 2026 |
|---|---|
| Ekonomi Kreatif | Peningkatan partisipasi perempuan Lapago |
| UMKM Lokal | Pemberian pelatihan manajemen usaha |
| Pendidikan Karakter | Program humanis bagi keluarga OAP |
Selanjutnya, BP3OKP terus memantau implementasi kebijakan ini di lapangan agar setiap perempuan memiliki bekal kompetensi yang memadai. Dengan begitu, mereka tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan pasar, tetapi juga berkontribusi secara nyata dalam menggerakkan roda ekonomi kreatif di Papua Pegunungan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terbukti menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan ekonomi berbasis afirmasi ini.
Prinsip Kesetaraan dalam Sektor Usaha
Kesamaan gender dalam dunia bisnis menjadi perhatian khusus bagi BP3OKP sepanjang tahun 2026. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan yang muncul dari anggaran Otsus tetap mengedepankan asas keadilan bagi kaum perempuan. Artinya, para pengambil kebijakan harus memberikan porsi yang setara dalam setiap program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Lebih dari itu, keberhasilan program ini akan berdampak positif pada stabilitas ekonomi keluarga di wilayah Papua. Ketika perempuan memiliki kemandirian finansial, kesejahteraan masyarakat lokal akan ikut terdorong secara signifikan. Tentu saja, langkah ini mewajibkan adanya kolaborasi solid antara pemangku kepentingan, mulai dari tingkat provinsi hingga level teknis di lapangan.
Pada akhirnya, efektivitas program pemberdayaan ini bergantung pada konsistensi para perangkat daerah dalam mengeksekusi rencana kerja yang mereka buat. BP3OKP optimis bahwa dengan dukungan penuh dari semua elemen pemerintah, perempuan Lapago dapat menjadi penggerak ekonomi yang tangguh. Melalui pendidikan karakter yang produktif dan dukungan teknis yang berkelanjutan, masa depan ekonomi di Papua Pegunungan akan menjadi jauh lebih cerah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
